oleh

Panggilan Hati Dalam Deraan Hidup

Malaydia, terasriau.com — “Semua kebaikan di dunia dan akhirat dasarnya adalah ilmu.” Syarah al-Maqālah, hlm. 7. Ucapan ini adalah ucapan hikmah yang terungkap dari lisan dan tulisan ‘Ulama yang melihat sisi hidup yang tidak dapat dilihat oleh orang-orang yang tidak memiliki bashi:rah (pandangan hidup yang dalam didasari limu) terhadap persoalan-persoalan kehidupan manusia.

Semua kebaikan yang dimaksud adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki yang diraih oleh manusia di dunia dan akhirat. Kebahagiaan yang saling berkait dengan akhlaqul kari:mah yang menjadi landasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus untuk seluruh umat manusia. Akhlaqul Kari:mah berupa sifat sabar, qanaah (menerima apa adanya), dan menjaga keikhlasan dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Tiga sifat akhlaqul kari:mah dalam menjalani deraan hidup yang menghampirinya.

Semua persoalan hidup manusia memerlukan tiga sifat akhlaqul kari:mah ini. Dalam menuntut ilmu perlu sabar, qanaah, dan ikhlas. Dalam bekerja perlu sabar, qanaah, dan ikhlas. Dalam bergaul perlu sabar, qanaah, dan ikhlas. Dalam menjalani rumah tangga perlu sabar, qanaah, dan ikhlas. Dalam menghadapi ujian, cobaan, dan musibah perlu sabar, qanaah, dan ikhlas. Dalam apapun persoalan hidupnya perlu sabar, qanaah, dan ikhlas. Tiga sifat akhlaqul kari:mah yang berperan dan mendorong seluruh jiwa dan raganya datang dari panggilan hati yang selamat. Hati yang terpancar dan terhiasi ilmu (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Ilmu yang mendatangkan semua kebaikan untuk dunianya dan akhiratnya.

Loading...
Baca Juga :  2 Mahasiswa Fisipol UIR Jadi Presenter di 5th ISCOHI Yogyakarta

Betapa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan ‘akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya’ dan ucapan semisalnya yang menunjukkan kebinasaan, kecelakaan, dan kerusakan akibat manusia tidak mengetahui hakikat persoalan hidup itu karena tidak mempunyai ilmu tentang hal itu. Tergerus, tergelincir, dan terjerumus ke dalam lubang kesalahan, kekhilafan, kemaksiatan, dan dosa akibat tidak mempunyai ilmu. Ilmu yang dapat diraih sejak masa kecilnya dengan belajar Al-Qur’an dan Hadits Nabi sampai belajar bahasa Arab dari buaian sampai liang lahat memiliki peranan penting dalam membentuk hati yang kokoh, teguh, dan kuat untuk memiliki panggilan hati yang tajam dan peka terhadap persoalan hidup manusia.

Sedih melihat manusia semakin jauh untuk memperoleh ketajaman dan kepekaan hati. Ketajaman dan kepekaan hati yang perlu diasah dengan ilmu dan pengalaman orang-orang yang mendahului manusia belakangan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian.

Baca Juga :  Prof Zailuddin Ariffin: UiTM di Hatiku UIR di Jiwaku

Kesalahan, kekhilafan, kemaksiatan, dan dosa memang tidak dapat luput dari manusia itu sendiri. Akan tetapi apakah ia harus bergelut dan berlumuran kesalahan yang terus-menerus, kekhilafan yang berulang-ulang, kemaksiatan yang berkelanjutan, dan dosa yang tidak pernah berhenti? Allahul Musta’an Allah Tempat Meminta Pertolongan. Semoga Allah Subnahahu wa Ta’ala menjaga diri kita dan melindungi kita dari segala keburukan, kejelekan, dan tipu daya syaithan. Aamiin Ya Arhamar Ra:himiin.

Untuk generasi muslim yang masih muda. Bersegeralah meraih ilmu dengan menuntutnya di masa-masa belia yang masih cemerlang untuk mempelajari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Bahasa Arab. Bila masa sudah mencapai tua kan punah maka penyesalan tiada berguna. Sekali lagi, semua kebaikan di dunia dan akhirat dasarnya adalah ilmu.

Baca Juga :  UIR-IIUM Sepakat Gelar Konferensi Universitas Islam se Asia Tenggara

Tutuplah doa-doa yang dibaca saat berdoa dengan doa yang dibaca oleh Para Nabi dan Rasul:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
“Ya Allah karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari adzab api neraka”. Aamiin.

Oleh Ustadz Ismail Akzam, M.A. (Dosen Pendidikan Bahasa Arab UIR, Mahasiswa S3 Arabic Linguistic Studies IIUM, dan Nara Sumber Rauda Media (channel Youtube pembelajaran bahasa Arab 4.0)).

Komentar

Berita Lainnya