Wow! ‘Negeri lagi Kusut’, Pejabat Kuansing Ramai-ramai ke Mandalika

Headline, Nasional467 Views

 

TERAS RIAU Teluk Kuantan —– Aduh. Saat masyarakat Kuansing menjerit dengan kesulitan minyak goreng, harga bahan pokok tinggi, dan para ASN sudah tiga bulan tak kunjung menerima gaji. Ditambah satu per satu pejabat memilih mundur dari jabatannya. Para pejabatnya malah ramai-ramai bergembira menikmati keindahan Mandalik, Lombok, NTB, sejak Rabu hingga beberapa hari ke depan.

Hal ini terungkap setelah beredar fhoto para Pejabat Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi lagi asik asik di Mandalika. Foto ini viral di media sosial, baik di facebook maupun di Whatsapp Group.

Kondisi ini menuai kritik dari Aktivis Kuansing Bobby Hariansyah Purba. Menurutnya, pejabat Kuansing mementingkan hadir untuk ke Mandalika, ketimbang menyelesaikan persoalan sosial di Kuansing. Termasuk soal SOTK yang takkunjung tuntas oleh Pemkab Kuansing.

“Sungguh tak etis ditengah- tengah kondisi negri tak stabil, seharusnya mereka semua jaga gawang untuk mengkondusifkan keadaan nagori, bukan hanya hura – hura,” kata Bobi dalam keterangannya.

Ia justruk berharap agar kepergian para pejabat Kuansing ke Mandalika tidak memakai dana APBD Kuansing.

“Dan semoga mereka yang pergi jalan – jalan ke Mandalika. Apakah itu tidak pakai APBD Kuansing,” tanya Bobby.

Tidak hanya sampai disitu, awak media mencoba untuk menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda Kuansing) Dedi Sambudi melalui via telepon selulernya, tidak berhasil di angkatnya, namun juga mencoba melalui via WA hingga berita ini diturunkan, Sekda Dedi Sambudi belum memberikan jawaban.

Diketahui, ada sejumlah persoalab yang dihadapi Pemkab Kuansing saat ini. Diantaranya, ada satu instansi atau OPD sampai saat ini belum mendapatkan Haknya (gaji) sebagai PNS yang belum dibayarkan serta tunjangan pegawai yang belum juga dibayarkan.

Belum lagi daerah ini dan masyarakat bergejolak dengan kelangkaan minyak goreng yang di butuhkan masyarakat Kuansing saat ini. Sehingga belum mendapatkan solusi dan persoalan sosial lainnya. Termasuk konflik antara perusahaan dengan masyarakat, baik yang ada di PT Wanasari dan yang ada di PT Duta Palma.(andi)