oleh

Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Tetap Jalin Persatuan dan Kesatuan

PEKANBARU – Beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat, menghimbau kepada  masyarakat untuk tidak ikut terlibat menyebarkan berita bohong atau hoaks. Hal itu karena mengakibatkan keresahan di masyarakat.

Menurut beberapa  tokoh agama ini, semakin dekat plpres,  masih ditemukan sejumlah oknum-oknum yang justru ikut menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong. Padahal, berita tersebut belum sama sekali dibaca dipahami tapi sudah disebarkan melalui media sosial.

Loading...

“Berita bohong itu kan belum tentu keotentikannya, yang ada subjektif. Untuk itu seharusnya oknum- oknum  yang tidak bertanggung jawab. jangan ikut sebar hoax, karena yang di sebarkan , masyarakat percaya,” saat berbincang -bincang dengan Kh M Toyib,DR NARIMIN, KH. Hasan,  KH SARJAN. Senin (11/03/2019) di Kerinci kanan Kab Siak.

Baca Juga :  Layani kesehatan Masyarakat, Biddokkes Polda Banten Gelar Bhakti Kesehatan Nusantara

Berapa tokoh masyarakat  ini, menuturkan persoalan politik praktis dan persoalan keagamaan di masyarakat kini sulit dipisahkan. Sehingga masyarakat mudah terpancing sebab konten dalam berita bohong tersebut terus mengaitkan dengan agama tertentu. masyarakat sudah menelan berita sebelumnya dengan konten fitnah dan ujaran kebencian.

“Jadi masyarakat itu sangat mudah terpancing, mudah percaya. Makannya ini yang kami sayangkan.  Masih ditemukan  juga  penyebarkan berita bohong,

Mereka menjelaskan akan terus mengkampanyekan bahaya hoaks kepada masyarakat melalui pengajian di puluhan majelis taklim, Hal itu agar sosialisasi bahaya hoaks langsung diterima masyarakat.

Di masyarakat, sulit mengubah paradigma soal kondisi kebangsaan saat ini. Mereka percaya kepada pihak pihak yang dianggap di kriminalisasi dan dibenci pemerintah. Padahal, kenyataanya tidak.

Baca Juga :  Usai Wawancara, Bodyguard  Hotel Furaya Mengamuk

“Menurut kami, memang budaya mengaji kepada guru-guru yang jelas wujudnya perlu ditingkatkan. Zaman sekarang  masyarakat belum begitu memahami bahaya medsos, sehingga masyarakat lebih senang mengaji pada media online,  tidak langsung ke guru. Padahal masih banyak guru, hanya karena tidak sesuai dengan selera mereka, lalu memilih medsos,”

Beberapa Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kec. Kerinci Kanan Kab. Siak yang terdiri KH. M. TOYIB, KH. DR. NARIMIN, KH. M. HASAN, KH. SARJAN dan beberapa Tokoh lainnya mengajak masyarakat ,untuk tidak membuat, menyebar berita hoax, nanti bisa berurusan dengan hukum ‘ tegas nya.

Pada intinya tokoh tersebut mengajak masyarakat untuk menjadi penyejuk dalam Pemilu 2019 dan ikut serta membantu Polri dalam ciptakan Stabilitas Kamtibmas di Kab. Siak.

Baca Juga :  INFOGRAFIS : Deretan Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

Jangan sekali-kali membuat fitnah dan menyebarkan berita hoax, karna akan mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

Mari menjalin Persatuan dan kesatuan , aset terbesar kita sebagai suatu Bangsa, jadikan Pilpres sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Jangan sampai kebersamaan kita yang telah terbina selama ini menjadi renggang hanya karena berbeda pilihan dalam Pilpres.

Jangan mudah terpancing dengan pemberitaan di medsos yang banyak berisi fitnah dan hoax (**)

Komentar

Berita Lainnya