oleh

Toke Samin Kirim 23 Security Usir Warga Siak

 

SIAK, terasriau.com – Setelah gagal dalam beberapa upayanya ingin menguasai lahan yang telah digarap masyarakat, di Pematang Tiga Rawang Air Putih Siak, salah seorang toke Samin, yang merasa memiliki lahan eks hak pakai, terus melakukan upaya mengusir warga. Kali ini upaya itu dengan mengirim sedikitnya 23 Security dari Bertuah Nusantara Pekanbaru.

Klimaknya upaya paksa menghentikan aktifitas masyarakat di areal kebun terjadi Selasa (1/5/18) bertepatan dengan Mei Day.

Menurut keterangan Ketua RT 07 Rawang Air Putih, Suratmin dirinya sempat diusir saat bekerja di areal kebun sehari sebelumnya. Dan perlakukan lebih arogan saat semua warga yang berada diareal diusir dan diminta tidak bekerja.

“Kita diminta keluar dari areal kebun. Ini kejadian yang sudah dua kali terjadi, dan modelnya hampir serupa hanya saja, pelakunya dari korp berbeda. Bahkan intimidasi itu terus dilakukan dengan sebutan kalau tidak mematuhi diancam kalau tetjadi apa-apa bapak juga repot,” ujar Suratmin mengisahkan.

Hal serupa terjadi pada Misni mengaku diusir untuk meninggalkan rumah yang ditempatinya. Karena dirinya bekerja di lahan kerabatnya, Ali Masruri maka ia memberitahukan bahwa hanya bekerja. Namun dengan arogan dipaksa untuk keluar dari rumah dan mengosongkan rumahnya.

“Saya sempat menjelaskan bahwa hanya bekerja di lahan lebih kurang 6 hektar. Dan diminta memanggil pemiliknya, dan saya panggil. Setelah datang mereka bicara dan Saudara Ali pergi lagi karena sempat ada prmbicaraan sialhjan laporkan ke Polres,” kisah Misni.

Namun tidak lama kemudian pihak security memaksa untuk keluar dari rumah yang ditempatinya.

“Saya dipaksa mengosongkan rumah. Kalau tidak rumah akan dibongkar,” ujarnya.

Ditempat terpisah, warga yang tidak bisa bekerja akhirnya berkumpul di pangkal jalan dan kemudian mengadukan prihal pengusiran ke Kepala Desa (Pengulu) Rawang Air Putih, Zaini.

Menyikapi pengaduan warganya Penghulu berkoordinasi dengan pihak Babhinkamtibmas Bripda Radhian dan Babinsa setempat Khatib. Dan kemudian laporan ke Polsek Siak yang langsung diterima Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman. Bahkan tak sampai disitu, jajaran Polres Siak juga turun dari beberapa satuan ke lokasi basecamp para security berada.

Dalam pertemuan dengan Security jajaran kepolisian meminta agar pihak security yang bertindak tetap mematuhi atran dan hukum yang ada. Untuk itu pihak kepolisian meminta agar tidak ada prlarangan aktifitas masyarakat.

“Kalau mau mempermasalahkan kepemilikan silahkan lakukan di lembaga hukum. Jangan main tindakan sendiri dan cara-cara preman. Dan saya minta security tidak mempermalukan kepolisian, karena security adakah swakarsa krpokisian dan pasti dalam pembinaan polisi,” tegas Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hidayat Perdana, S.Ik, SH didampingi Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman.

Mempertegas hal itu, Wakapolres Siak Kompol Abdullah Hariri meminta agar security dapat menjalankan tugas sesuai prosedur dan tetap taat hukum.(**rbt)

Komentar

Berita Lainnya