oleh

Si Melon Kembali Menghilang di Tarai Bangun

TARAI BANGUN, terasriau.com – Kebijakan pemerintah untuk menjadikan gas sebagai bahan bakar utama di rumah tangga, ternyata belum terealisasi secara baik dan merata. Setidaknya hal ini terjadi di wilayah Tambang, Kecamatan Tarai Bangun, Kabupaten Kampar.

Sejak sepekan terakhir, ibu-ibu rumah tangga menjerit dengan menghilangnya si melon (gas 3 Kg) di pasaran. Padahal, kaum ibu terutama mereka yang tinggal di perumahan telah menjadikann gas sebagaii satu-satunya bahan bakar untuk rumah tangga.

Sri Lia (25), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di komplek perumahan Raisha Sentosa, Tarai Bangun kepada terasriau.com menyebutkan telah dua hari mencari gas untuk keperluan masak memasak. Namun tak didapatkannya.

“Sekarang sulit mendapatkannya Pak, untung di rumah saya memiliki dua tabung sehingga tetap bisa memasak,” ucapnya.

Di Atas Rp30.000

Selain sulitnya mendapatkan gas 3 Kg di wilayah Tarai Bangun, ternyata kalau pun didapatkan harganya melambung jauh dari harga eceran tertinggi yang hanya Rp18.000.

Para pedagang yang masih memiliki gas 3 Kg, menaikkann harga secara spektakuler yang rata-rata di atas Rp30.000. Kondisi itu tentu sangat memberatkan masyarakat yang membutuhkan gas untuk rumah tangga mereka.

Untung (43) seorang pedagang yang dikonfirmasi terasriau.com terkait harga jual gas 3 Kg yang sangat mahal itu berkilah kalau kebijakan menaikkan harga dilakukan bukan semata untuk mendapatkan untung besar.

“Untuk mendapatkan atau menebusnya kami juga keluarkan modal yang besar,” kata dia tanpa merinci berapa harga yang ditebusnya. (adr)

Komentar

Berita Lainnya