oleh

PPTK Bappeda Rohil Divonis 16 Bulan Penjara  

PEKANBARU, terasriau.comSetelah menjatuhkan vonis kepada mantan ketpala Bappeda Rohil, Wan Amir Firdaus, maka kali ini palu hakim dijatuhkan pada staffnya yang bernama Lukman Hakim.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bappeda Rohil itu dijatuhi kurungan penjara oleh majelis hakim tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru selama 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan pada sidang yang digelar di PN Pekanbaru, Kamis (26/4).

Lukman Hakim menurut majlis hakim terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto SH juga mengenakan hukuman denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara kepada yang bersangkutan.

“Terdakwa tidak dibebankan membayar kerugian negara. Karena kerugian negara sebesar Rp 1,8 miliar dibebankan kepada terpidana Wan Amir Firdaus yang telah dibayarkan beberapa waktu lalu,” kata majelis hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Niki Yusmero dan Aditya SH menuntut terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun 10 bulan denda Rp50 juta subsider 3 bulan.

Penetapan Wan Amir Firdaus dan Lukman sebagai pesakitan bermula ketika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan jumlah transaksi yang masuk dan keluar di rekening Wan Amir Firdaus sebesar Rp 17 miliar lebih. Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif di Bappeda Rohil.

Dari penyidikan diketahui uang masuk dari praktik korupsi yang ada di rekening sebesar Rp 8,7 miliar. Sementara yang masuk dari gratifikasi Rp 6,3 miliar. Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian negara sebesar Rp1.826.313.633. (*/gro)

 

 

Komentar