oleh

Polres Pelalawan Gelar Doa Kebangsaan Bersama Komponen Masyarakat Untuk Keutuhan NKRI

Pelalawan, terasriau.com – Gugurnya enam petugas kepolisian dalam aksi kerusuhan napi teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat beberapa hari yang lalu membuat duka yang mendalam bagi Korps Bhayangkara.

Belum habis duka tersebut, Minggu (13/05/2018) tiga bom bunuh diri meledak ditempat yang berbeda. Kali ini yang menjadi sasaran adalah rumah ibadah. Belasan orang meninggal dunia termasuk pelaku pengeboman.

Sepertinya, terorisme di Indonesia belum sepenuhnya bisa dikendalikan, meski beberapa jaringan dan pengikut paham radikalisme sudah berhasil ditangkap dan dilumpuhkan pihak kepolisian.

Mengantisipasi tindakan radikalisme yang dilakukan teroris yang saat ini diperkirakan masih berpotensi menimbulkan ketakutan dan rasa tidak aman di masyarakat, khususnya di Kabupaten Pelalawan, Polres Pelalawan bersama Forkopinda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat dan segenap masyarakat Pelalawan mengadakan “Gelar Doa Bersama Demi NKRI” yang dilaksanakan di Lapangan Bola Kaki Pangkalan Kerinci Pelalawan Riau, Senin (14/05/2018) pukul 20.00 WIB.

Acara di awali dengan pernyataan sikap semua komponen masyarakat yang hadir.
Adapun pernyataan sikap tersebut adalah,
1. Mendukung Negara Republik Indonesia dalam melawan Terorisme.
2.Mengecam segala bentuk aksi terorisme demi NKRI.
3. Mengecam aksi bom bunuh diri di Surabaya.
4. Turut berduka cita atas gugurnya enam Bhayangkara Polri saat pelaksanaan tugas dan masyarakat yang menjadi korban aksi terorisme.
5. Kami tidak takut melawan terorisme.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pelalawan Fadil Harahap dalam kata sambutannya mengucapkan belasungkawa atas gugurnya enam orang personil Polri dan mengutuk keras aksi terorisme.

“Kami turut berduka dan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa enam anggota Polri dan mengutuk keras aksi terorisme dengan alasan apapun. Tidak ada satu agama pun yang membenarkan tindakan membunuh sesama apalagi dilakukan dengan cara-cara teror”, ucapnya.

Sementara itu Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi sangat mengapresiasi kegiatan yang diikuti seluruh komponen masyarakat Pelalawan. Bahkan beliau tidak menyangka kegiatan ini bisa diikuti oleh ratusan masyarakat yang hadir.

“Masyarakat Pelalawan memang luar biasa, saya sangat terharu dan bangga. Saya tidak menyangka acara akan seramai ini. Ini menandakan kuatnya dukungan masyarakat Pelalawan kepada TNI dan Polri untuk menjaga wilayahnya dari ancaman terorisme”, ungkap Kapolres dalam pengantar sambutannya.

Lebih lanjut Kaswandi mengatakan dengan kebersamaan seluruh komponen baik itu Ulama, Tokoh Masyarakat, Pemerintah Daerah, Paguyuban, Tokoh Pemuda, Organisasi dan seluruh elemen masyarakat, kita tidak akan pernah takut dengan adanya aksi teror yang terjadi.

“Kita minta kepada masyarakat jangan takut dan jangan panik dengan adanya terorisme, karena seluruh personil Polri dan TNI terus bersiaga untuk melawan aksi teroris. Kami siap mengamankan Kabupaten Pelalawan dari ancaman teroris”, katanya.

Begitu juga Kaswandi berpesan kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan berita atau informasi yang tidak benar atau jelas sumbernya. “Tolong kalau ada informasi yang tidak benar atau tidak jelas untuk tidak menshare di media sosial, karena akan semakin menimbulkan kegaduhan di masyarakat, dan itu tujuan aksi teror mereka”, harap Kaswandi.

Sebagai penutup dari acara malam itu, Kapolres beserta seluruh komponen masyarakat yang hadir turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk duka cita yang mendalam atas gugurnya anggota Polri dalam aksi teroris sekaligus dukungan masyarakat kepada TNI dan Polri untuk memberantas aksi terorisme. (tons)

Komentar

Berita Lainnya