oleh

Polisi Hadirkan Dr Yudi Krismen Sebagai Ahli Terkait Pidana Pilgub

PEKANBARU, terasriau.com – Kemampuan Dr Yudi Krismen SH MH dalam hukum pidana, kembali dipertaruhkan. Kali ini, pimpinan law firm Yudi Krismen & Partners itu diminta bantuannya sebagai ahli hukum terkait dugaan tindak pidana Pilgub Riau 2018 yang terjadi di Kabupaten Bengkalis.

Penunjukan pria asal Solok, Sumatera Barat itu setelah polisi berdasarkan surat bernomor : B/317/IV/2018/Reskrim bertanggal 25 April 2018 sebagai ahli hukum pidana kepada Universitas Islam Riau (UIR).

UIR sebagai lembaga tempat Dr Yudi Krismen SH MH mendedikasikan seluruh kemampuan ilmu hukum yang diperdapatnya di Universitas Padjajaran Bandung pun mengutusnya sebagai ahli yang akann didengar pendapatnya.

“Alhamdulillah, UIR meminta saya sebagai ahli yang akan didengar keterangannya sehubungan dengan terjadinya dugaan pidana pilkada di daerah Bengkalis,” kata Yudi menjelaskan.

Dalam surat permintaan dari Polres Bengkalis yang ditandatangani Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan itu dijelaskan, keahlian Dr Yudi Krismen SH MH diharapkan bisa memberikan gambaran kepada aparat penegak hukum terkait dictum pelanggaran pidana yang terjadi.

Sebagaimana diberitakan terasriau.com sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bengkalis tengah mendalami temuan politik uang diduga dilakukan salah satu calon Gubernur Riau di Pulau Rupat tepatnya di Desa Parit Kebumen, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis pada Jumat (13/4).

Dari informasi yang didapat Panwaslu, salah seorang peserta Pilkada Gubernur Riau 2018 itu, diduga membagi-bagikan uang dengan modus dana tranportasi.

Sehubungan dengan kasus tersebut, Panwaslu sebagai wasit dan juri pada pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018, turut mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dokumentasi, sejumlah uang dan bahan (alat) kampanye. (ted)

 

Komentar

Berita Lainnya