oleh

Panwaslu Pekanbaru Temukan 24.431 Pemilih Ganda untuk Pilgub

PEKANBARU, terasriau.com – Komisi Pemilihan Umum )KPU) Kota Pekanbaru harus bergerak cepat dan segera terkait dengan masih ditemukannya pemilih ganda yang akan memberikan suaranya pada Pilgub Riau 2018. Jumlahnya pun tidak main-main yaitu 24.431 orang atau sekitar 4,97 persen dari total warga Kota Pekanbaru yang berhak memberikan suara sebanyak 491.047.

Temuan itu diutarakan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Pekanbaru dalam keterangan resminya kepada awak media di sekretariat Panwaslu Kota Pekanbaru, Jumat.

“Ada sebanyak 24.431 warga setempat yang punya nama, Nomor Induk Kependudukan, dan alamat lebih dari satu,” kata Ketua Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga  Panwaslu Pekanbaru Yasrif Yakup Tambusai didampingi Anggota Komisiner Rizqy Abadi.

Yasrif menyebutkan, KPU Riau untuk Pilkada Gubernur 2018 telah menerbitkan  jumlah DPS Pekanbaru sebanyak 491.047 jiwa. Setelah di cek satu persatu, ternyata dari daftar tersebut Panwaslu menemukan permasalahan ada yang nama, NIK dan alamat  warga yang sama tercatat dua kali, tiga kali bahkan tujuh kali.

Menurutnya, jumlah pencatatan lebih dari satu kali telah berakibat pada  penggelembungan DPS Pekanbaru sebesar 4,98 persen atau 12.360 orang. Artinya kalau tidak segera dibenahi, akan ada sebanyak 12.360 jiwa data dalam DPS yang harus dibuang.

Yasrif merinci, dari jumlah DPS ganda tersebut, sebanyak  23.602 jiwa didata dua kali, 771 didata tiga kali, 36 warga punya data sama sebanyak empat kali, 15 nama terdaftar lima kali dan bahkan tujuh nama memiliki identitas yang sama sebanyak tujuh kali.

“Kami telah sampaikan ke KPU Riau untuk segera melakukan penghapusan data ganda.  Selain itu, kami juga akan mengklarifikasi melalui Panwascam terutama bagi temuan DPS yang tercatat lebih dari tiga kali,” tegasnya.

KPU Riau sebelumnya sudah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang akan mengikuti Pilkada 2018 sebanyak 3.676.326 pemilih. Dari jumlah tersebut, jumlah daftar pemilih potensial non-KTP elektronik atau Suket sebanyak 245.760 pemilih.

Dari total sebanyak 3.676.326 pemilih tersebut, 1.868.003 diantaranya adalah pemilih laki-laki dan sisanya sebanyak 1.808.323 pemilih berkelamin perempuan. Data itu berasal dari 166 kecamatan yang meliputi 1.859 desa dengan 12.054 TPS. (*/ant)

 

Komentar

Berita Lainnya