oleh

Jelang Pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus 2018, Polres Pelalawan Gelar Pasukan

KERINCI, terasriau,com —  Kepolisian Resor Pelalawan dan jajarannya, Kamis (26/4) menggelar pasukan sebagai persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus tahun 2018 yang dilaksanakan selama 14 hari ke depan.

Apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan di lapangan Mapolres Pelalawan itu mengusung tema, “Meningkatkan keasadaran berlalu lintas dan Kepatuhan hokum masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan jelang Iduul Fitri 1439 H “.

Dalam apel gelar pasukan dengan komandan upacara Kanit Regident Iptu Muliandoni itu, juga hadir Wakil Bupati Pelalawan H.Zardewan, Ketua DPRD Nazaruddin, Ketua Pengadilan Negeri Nelson Angkat, para pejabat utama Polres Pelalawan, Dandim 0131 KPR diwakili oleh Pabung Mayor Inf Untung Kusnanto,  Kajari Pangkalab Kerinci yang diwakili oleh Jodi Valdano.

Operasi gelar pasukan Patuh Muara Takus 2018 ditandai dengan penyamatan pita tanda operasi kepada perwakilan instansi dan personil yang telah ditunjuk.

Kapolres dalam sambutannya, membacakan amanat dari Kepala Korp Lalu Lintas, Irjen Pol Drs Royke Lumowa, M.M yang berisi tujuan dari Operasi Patuh Lalu Lintas Candi 2018 yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas dan terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang Ramadhan dan pelaksanaan Pilkada di wilayah tahun 2018.

“Sesuai dengan sandinya, operasi ini lebih mengedepankan penindakan penegakan hukum yang terukur dan humanis berupa tilang terhadap pelanggar lalu lintas. Selain kegiatan Preemtif dan Preventif tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.” jelasnya.

Pada pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus 2018 kali ini, ada tujuh poin prioritas yang menjadi sasaran yaitu : pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel, pengendara yang melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu.

Pengemudi yang masih di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi motor/mobil yang menggunakan narkoba/mabuk dan  pengemudi yang berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan. (nton)

Komentar

Berita Lainnya