oleh

Jamaah KJW Hanya Umroh di Kuala Lumpur

PEKANBARU, terasriau.com – Tragis nian nasib yang harus dialami oleh calon jamaah umroh asal Provinsi Riau yang mempercayakan PT Kiblatain Jaya Wisata sebagai operator perjalanan rohani mereka. Bagaimana tidak, meski telah terbang hingga ke Kuala Lumpur (Malaysia), mereka akhirnya kembali ke Pekanbaru karena ketidakjelasan pemberangkatan 50 orang tersebut ke tanah suci.

Kelima puluh orang yang telah membayar Rp23,5 juta untuk umroh dengan durasi 13 hari tersebut, akhirnya terpaksa “umroh” di Kuala Lumpur sebelum akhirnya pulang ke Pekanbaru dengan biaya sendiri.

” Persoalan utamanya, kami tidak jadi diberangkatkan ke tanah suci, meskipun kami sudah sampai di Kuala Lumpur untuk transit ke Jeddah,” kata Hasyim, salah seorang korban saat memberikan keterangan pada awak media di Pekanbaru, Sabtu (7/4).

Hasyim menceritakan, setelah berkumpul pada 27 Maret lalu bersama calon jamaah umroh lainnya di Pekanbaru, keesokan harinya mereka terbang ke Kuala Lumpur untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke tanah suci (Jeddah) sore harinya dengan didampingi oleh Muslim selaku Kacab PT KJW di Pekanbaru.

Keesokan harinya (Kamis), ia bersama jemaah bersiap-siap berangkat ke Bandara Kuala Lumpur untuk selanjutnya ke Jeddah. Sesampainya di Bandara, ia dan jamaah lain langsung melakukan cek in pesawat dan masuk ke ruang tunggu. Tapi saat pengumuman memasuki pesawat diumumkan, tiba-tiba nama mereka tidak termasuk di dalamnya.

“Persoalan baru muncul saat nama-nama penumpang dipanggil satu per satu. Di mana tak satu pun dari anggota rombongan dipanggil memasuki pesawat hingga pesawat tinggal landas,” jelasnya.

Terkait hal itu, Muslim selaku wakil dari manajemen PT KJW tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Karena tiada kejelasan, akhirnya rombongan itu menginap di sebuah apartemen di Kuala Lumpur. Setelah menunggu tiga hari, anggota rombongan memutuskan kembali ke Pekanbaru.

“Untuk kembali ke Pekanbaru, kami mengeluarkan uang tiket sebesar Rp600 ribu per orang,” imbuhnya.

Kekesalan calon jamaah itu menjadi-jadi, karena saat disambangi ke kantornya, manajemen PT Kiblatain Jaya Wisata mengeluarkan surat edaran yang isinya, jamaah akan diberangkatkan Oktober mendatang. Apabila pemberangkatan batal, maka perusahaan siap bertangungjawab.

Hasyim melanjutkan, jawaban itu diberikan PT KJW Pekanbaru dengan alasan mereka ditipu oleh perusahaan yang ada di pusat. Sementara surat edaran yang dikeluarkan itu tanpa disertai kekuatan hukum.

“Saat kami minta harus ada perjanjian di depan notaris, mereka tidak bisa menyanggupi,” kata dia dengan mimik kecewa.

Kuasa Hukum calon jamaah, Nandi Syukri, SH, MH mengatakan pihaknya sudah mengirim surat somasi ke kantor cabang PT Kiblatain Jaya Wisata di Kota Pekanbaru dan juga kantor pusat di Jakarta.

“Alhamdulillah surat somasi kita direspon dan Senen nanti, akan ada upaya mediasi. Kalau bisa diselesaikan dengan baik dan musyawarah, apa salahnya. Jika tidak, kami akan tempuh jalur hukum,” katanya singkat. (*/rtk)

Komentar

Berita Lainnya