oleh

Jadikan Haul Sultan Siak Sebagai Momentum Kejayaan Siak

SIAK, terasriau.com – Kejayaan sejarah masa lalu Kerajaan Siak yang turut memberikan sumbangsih besar bagi Indonesia, perlu diingat dan dijadikan teladan oleh seluruh masyarakat Siak.

“Melalui haul Sultan Siak tahun ini, kami berharap dijadikan sebagai momentum untuk mengingat kembali kejayaan Kerajaan Siak di masa lalu,” kata Plt Bupati Siak, H Alfedri.

Pemerintah kata Alfedri, tentu akan selalu berupaya mengangkat citra tersebut melalui berbagai program sehingga Siak kembali menjadi sebuah nama yang harus diperhitungkan di Provinsi Riau dan Indonesia.

Hadir sebagai tuan rumah pada haul Sultan Siak tahun 2018, Alfedri mengajak seluruh masyarakat dan generasi muda Siak untuk selalu menjaga amanah yang telah dititipkan oleh Sultan Siak.

“Pemerintah Siak terus mengupayakan untuk melestarikan apa saja yang telah menjadi peninggalan Sultan Siak, salah satunya adalah Istana Siak yang sudah ditetapkan sebagai ikon wisata,” jelasnya.

Agar program pemerintah selaras dengan nilai-nilai Islam dan peradaban melayu, saat ini Kabupaten Siak disiapkan menjadi daerah penghafal 1.000 Alquran.

Apa yang diutarakan Alfedri, ternyatta sanggup membakar semangat ribuan warga yang hadir pada Haul Sultan Siak 2018 yang dipusatkan di Lapangan Siak bermadah depan istana Siak pada Minggu (22/4).

Dalam kegiatan yang turut dihadir oleh Mantan Menteri Dalam Negeri, Sarwan Hamid, Anggota DPR RI Dapil Riau Sayed Abu Bakar Abdullah, dan tamu dari negara sahabat. Turut terlihat rombongan Pangeran Sri Relawangsa Tan Sri Syed Yusuf Bin Tun Syed Nasir dari Malaysia dan berbagai daerah di Indonesia yang merupakan keluarga keturunan Kesultanan Siak.

Kesultanan Siak yang diwakili Tengku Muhtar Anom dari Kekerabatan Resam, mengajak hadirin untuk selalu menjalin tali silaturahmi serta memberikan dorongan kepada masyarakat untuk merenungi dan mencontoh kepahlawanan Sultan Siak, baik terhadap negara Indonesia, maupun di Negeri Siak sendiri.

“Kegiatan – kegiatan ini, telah dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan memperingati Sultan Siak. Tujuannya, yang pertama agar tali silaturahmi kita tidak putus dan tetap kuat, kedua memberikan motivasi kepada masyarakat agar mencontoh tauladan Sultan kita dalam perjuangannya untuk Indonesia dan Siak,”sebutnya. (*/rgn)

 

Komentar

Berita Lainnya