oleh

70 Persen Terumbu Karang di Sumbar Alami Kerusakan

PADANG, terasriau.com  — Sinyal bahaya mencuat dari dunia bawah laut Sumatera Barat. Di mana menurut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat, sekitar 70 persen dari total 39.619 hektare luas terumbu karang di Ranahminang mengalami kerusakan.

Kerusakan itu selain disebabkan oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab, juga disebabkan oleh meningkatnya suhu air di lautan sejak dua tahun terakhir.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Sumbar, Alber Krisdiarto menyebutkan, peningkatan suhu di lautan menyebabkan terjadinya pemutihan atau yang biasa disebut ‘bleaching’ pada karang.

“Untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak tersebut, DKP Sumbar terus menggandeng pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan seperti perguruan tinggi dan juga memanfaatkan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Alber di Padang, Senin (23/4).

Dia menjelaskan, pada 2017 lalu, pihaknya menggandeng unit kegiatan mahasiswa Diving Proklamator Universitas Bung Hatta untuk mentransplantasikan 2.200 bibit terumbu karang sebagai upaya rehabilitasi.

Kemudian juga ada bantuan dari berbagai pihak untuk merehabilitasi terumbu karang di Sumbar yang memiliki laut seluas 186.580 kilometer persegi itu, salah satunya PT Pertamina melalui dana CSR.

Transplantasi terumbu karang yang dilakukan dengan teknik pencangkokan, sebagai salah satu bentuk pelestarian dan rehabilitasi terumbu karang yang semakin terdegradasi.

Tujuan transplantasi ini, guna pelestarian ekosistem terumbu karang yang berperan dalam mempercepat regenerasi yang telah rusak.

Dari 2.200 bibit yang sudah ditransplantasi tersebut, sebut dia 85 hingga 90 persen berdasarkan hasil onitoring sudah mulai tumbuh dan menempel di substrat dasarnya berupa beton.

Selain itu, Alber mengajak masyarakat dan wisatawan agar tidak merusak terumbu karang karena hal tersebut juga mengancam habitat yang mendiami perairan laut daerah itu.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada agen perjalanan wisata agar mengingatkan tamunya untuk tidak mengambil atau menginjak terumbu karang.

“Terumbu karang merupakan rumah bagi biota laut lainnya seperti ikan, lobster, dan udang, jika dirusak maka ekosistem laut juga akan punah,” ujarnya.

Kemudian, ia menambahkan data luas terumbu karang di Sumbar yang diteliti oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia tersebut tersebar di tujuh daerah, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai 34.515 hektare, Pesisir Selatan 2.238 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Pasaman Barat 1.257 hektare, Agam 120 hektare, Padang Pariaman 268 hektare, Kota Padang 957 hektare, Kota Pariaman 261 hektare. (*/ant)

 

Komentar

Berita Lainnya