Lebaran bukan tentang mengenakan pakaian serba baru,
Bukan tentang banyaknya THR yang diterima,
Bukan pula tentang siapa yang paling kuat berpuasa penuh,
Atau siapa yang paling banyak menghimpun amal.

 

Lebaran adalah tentang hati yang kembali bersih,
Tentang jiwa yang belajar tunduk dan rendah,
Tentang niat yang diluruskan dalam diam,
Dan tentang keikhlasan yang tidak perlu diumumkan.

 

Di balik sebulan penuh menahan lapar dan dahaga,
Ada pelajaran tentang kesabaran yang diuji,
Tentang ego yang dipatahkan,
Dan tentang keinginan yang dikendalikan.

 

Lebaran mengajarkan kita arti memaafkan,
Bukan hanya sekadar ucapan,
Namun benar-benar melepaskan beban di dalam hati,
Membersihkan luka yang mungkin lama tersimpan.

Demikian pula dalam pekerjaan dan karya,
Bukan sekadar tentang hasil yang terlihat,
Bukan hanya tentang pujian yang terdengar,
Atau pengakuan yang datang dari manusia.

 

Namun tentang proses yang dijalani dengan jujur,
Tentang niat yang ditanam sejak awal,
Dan tentang keikhlasan dalam setiap langkah usaha.

Puasa dan amal tidak diukur dari banyaknya,
Melainkan dari niat yang tersembunyi,
Dari hati yang tulus tanpa pamrih,
Yang hanya Allah yang mengetahui nilainya.

Begitu juga setiap pekerjaan dan karya,
Akan selalu ada yang mampu melihat dengan hati,
Menghargai bukan karena besar kecilnya,
Tetapi karena makna dan ketulusan di dalamnya.

Kadang apa yang kita lakukan tak selalu dipahami,
Tak selalu mendapat tempat,
Bahkan tak jarang terabaikan.

Namun semua itu bukanlah sia-sia.
Karena setiap niat baik,
Setiap langkah yang jujur,
Dan setiap usaha yang ikhlas,
Akan menemukan jalannya sendiri.

Lebih dari semua itu,
Tidak ada yang benar-benar tersembunyi,
Tidak ada yang benar-benar luput,
Karena hanya Allah yang Maha Mengetahui
Segala isi hati dan setiap niat manusia.

Semoga Lebaran ini bukan hanya menjadi perayaan,
Namun menjadi pengingat untuk kembali,
Menjadi pribadi yang lebih tulus,
Lebih sabar, dan lebih ikhlas dalam menjalani hidup.

(Sungkono)*

Leave a Reply