Waspada! Puluhan Orang Radang Tenggorokan Setelah Hisap Rokok OK-Bold

Waspada! Puluhan Orang Radang Tenggorokan Setelah Hisap Rokok OK-Bold

 

-Rokok ilegal merek OK Bold  tanpa memiliki banderol bea dan cukai ternyata berbahaya, hal itu diakui dua pria di Kabupaten Kampar dan di Kota Pekanbaru, Sabtu, 9 September 2023 siang WIB.

 

“Setelah saya hisap rokok Merek OK Bold  tersebut saya langsung muntah darah,  karena menurut informasi kata teman-teman ini enak dan harga murah, ternyata berbahaya bagi kesehatan saya, pertama terasa mual-mual setelah itu saya muntah darah,”ucap Tio Afrianda di Pekanbaru.

 

 

“Kalau melihat sepintas, rokok merek OK Bold ini tidak terlihat ada label bea cukai di samping atas rokok. Diduga pemasok rokok merek  OK Bold ini lagi beredar luas di provinsi Riau. Tetapi rokok ini ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.

 

 

Tidak hanya Tio Afrianda, menurut Diky Syaputra seorang Aktivis Riau mengatakan,”Saya pernah coba juga, belum habis sebungkus saya pun mual dan pusing setelah itu juga muntah darah seperti dikatakan Bang Tio itu, tapi Alhamdulillah belasan orang yang terkena dampak dah mulai pulih diobati dengan berbagai macam obat herbal” Ujar M.Fatih yang pernah menghisap rokok merek OK Bold tersebut

 

 

Kemudian, Tio Afrianda  mengatakan terkait rokok ilegal dari sisi komersil memiliki harga yang sangat murah namun, terdapat banyak efek negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh peredaran rokok ilegal yang paling utama ada penerimaan bagi negara dari cukai tembakau tidak ada, memicu persaingan bisnis yang tidak sehat, meningkatkan jumlah perokok pemula dikalangan remaja, potensi pelanggaran merk terkenal dan secara umum merusak kesehatan bahkan telah ada muntah darah setelah menghisapnya”Tutup Tio

 

 

 

Terakhir, Tio berharap, Aparat Penegak Hukum harus menindak tegas perdagangan rokok ilegal ini, terkait peredaran rokok Ilegal di Kampar, Dumai, Kuansing, Selat Panjang dan Pekanbaru.

 

“Rokok merek OK Bold ini tidak hanya di Kampar, tapi beredar luas di Kuansing dan Pekanbaru”Tutup Tio Afrianda.(Krt)