Buruh dan Mahasiswa di Batam Tolak Kenaikan harga BBM bersubsidi

TERAS Riau Batam – Aliansi buruh dan mahasiswa Kota Batam menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Kota Batam menolak kenaikan BBM bersubsidi, Senin (19/9/2022).

Salah seorang orator dari buruh dalam orasinya menekankan poin inti tuntutan yang sama antara pekerja/buruh dengan mahasiswa, yakni menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang dinaikkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hari ini merupakan pertama kalinya, aliansi buruh dan mahasiswa di Batam bergabung untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Selain itu, tuntutan kaum pekerja/buruh, adalah menolak undang-undang Cipta Kerja atau omnibus law beserta turunannya, dan naikkan UMK dan UMP 2023, sebesar 10-13 persen.

“Kenaikan BBM sangat menyengsarakan masyarakat, terutama kaum buruh, kenaikan BBM, tidak diiringi dengan kenaikan upah sebelumnya, sehingga daya beli masyarakat anjlok,” ucap orator.

Berikut tuntutan aliansi buruh dan nahasiswa Kota Batam tolak kenaikan BBM bersubsidi.

Menolak Kenaikan harga BBM
Menolak UU Cipta kerja dan omnibus law
Menolak BLT BBM, karena bukan solusi yang tepat.
Meminta kenaikan UMK dan UMP sebesar 10-13 persen.
Menuntut BPH Migas, terkait pengawasan terhadap pendistribusian BBM yang tidak tepat sasaran.
Meminta gubernur Kepri untuk merevisi UMK tahun 2021
Mendesak Presiden menyelesaikan janji 8 tahun lalu, terkait pelanggaran HAM.
Menuntut DPRD Batam, menyatakan sikap penolakan kenaikan BBM dan menyetujui 4 tuntutan mahasiswa secara terbuka.
Hingga berita ini di rilis, perwakilan aliansi buruh dan Mahasiswa saat ini tengah melakukan hearing dengan DPRD kota Batam terkait tuntutan mereka.

Laporan: Yasriadi.
Sumber: Alurnews.comBuruh dan Mahasiswa di Batam Tolak Kenaikan harga BBM bersubsidi TERAS Riau Batam – Aliansi buruh dan mahasiswa Kota Batam menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Kota Batam menolak kenaikan BBM bersubsidi, Senin (19/9/2022). Salah seorang orator dari buruh dalam orasinya menekankan poin inti tuntutan yang sama antara pekerja/buruh dengan mahasiswa, yakni menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang dinaikkan pemerintah beberapa waktu lalu. Menurutnya, hari ini merupakan pertama kalinya, aliansi buruh dan mahasiswa di Batam bergabung untuk melakukan aksi unjuk rasa. Selain itu, tuntutan kaum pekerja/buruh, adalah menolak undang-undang Cipta Kerja atau omnibus law beserta turunannya, dan naikkan UMK dan UMP 2023, sebesar 10-13 persen. “Kenaikan BBM sangat menyengsarakan masyarakat, terutama kaum buruh, kenaikan BBM, tidak diiringi dengan kenaikan upah sebelumnya, sehingga daya beli masyarakat anjlok,” ucap orator. Berikut tuntutan aliansi buruh dan nahasiswa Kota Batam tolak kenaikan BBM bersubsidi. Menolak Kenaikan harga BBM Menolak UU Cipta kerja dan omnibus law Menolak BLT BBM, karena bukan solusi yang tepat. Meminta kenaikan UMK dan UMP sebesar 10-13 persen. Menuntut BPH Migas, terkait pengawasan terhadap pendistribusian BBM yang tidak tepat sasaran. Meminta gubernur Kepri untuk merevisi UMK tahun 2021 Mendesak Presiden menyelesaikan janji 8 tahun lalu, terkait pelanggaran HAM. Menuntut DPRD Batam, menyatakan sikap penolakan kenaikan BBM dan menyetujui 4 tuntutan mahasiswa secara terbuka. Hingga berita ini di rilis, perwakilan aliansi buruh dan Mahasiswa saat ini tengah melakukan hearing dengan DPRD kota Batam terkait tuntutan mereka. Laporan: Yasriadi. Sumber: Alurnews.com