oleh

Oknum Guru Pemodal PETI ‘Termehek-Mehek’, Ini katanya!

TERAS Riau Kuansing-Salah seorang guru ASN di Kuansing berinisial SMJ, terkesan blak-blakan saat ditanya alasannya untuk jadi pemodal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang menggunakan ekskavator. Ia sebut 3 orang anaknya kuliah di universitas ternama di Indonesia ini, raut wajahnya di nilai termehek-mehek, seakan mau menangis sendu.

“Saya kesulitan untuk membiayai 3 anak saya, yang lagi kuliah diberbagai universitas di Negara ini” ujarnya, saat di tanya awak media, pada Jumat, 9 Juli 2021, sekitar pukul 11. 00 WIB di Lokasi, tepatnya desa Serosa, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing-Riau.

Loading...

Diduga, oknum guru ini tidak mengindahkan himbauan Pemerintah tentang pembelajaran Daring, sebab! di saat waktu seharusnya sedang mengajar, ia malah ditemui tidur-tiduran di bawah pohon sawit, untuk mengawasi pekerjanya yang berjumlah 15 orang.

Baca Juga :  Resahkan Warga! Suara Mesin Domfeng Aktivitas PETI di Kecamatan Benai

” Pemiliknya ada di pokok sawit Pak! lagi tidur-tiduran dan mengawasi kami bekerja “ucap seorang pekerja kepada awak media, sambilan mengarahkan telunjuknya ke arah pohon sawit.

Oknum Guru ASN ini mengelolah lahan sekitar 6 hektar, di perkirakan tidak akan habis dalam kurun waktu 5 tahun kedepan .
“Lahan oknum Guru itu tidak akan habis 5 tahun kedepan, itu alasannya saja untuk biaya pendidikan anaknya” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya. “Nanti saya foto lagi Pak! jika alatnya masih beraktivitas” tambanya.

Pihak yang berwajib sangat diharapkan menghentikan aktivitas PETI yang dikelola oleh oknum guru itu, dan saat berita ini diterbitkan, Polsek Hulu Kuantan belum terkonfirmasi. (Krt)

Baca Juga :  Aktivitas PETI Masih Berlanjut di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Benai

Komentar

Berita Lainnya