oleh

YLKI Minta Pemerintah Atur Ulang Ketentuan Bagasi Berbayar

Jakarta, Terasriau.com- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tingginya harga tiket pesawat dan penghapusan layanan bagasi gratis bisa jadi bumerang bagi maskapai penerbangan nasional.

“Ini bisa jadi bumerang bagi maskapai dan pemerintah. Banyak penerbangan yang dibatalkan karena sepi penumpang. Pemerintah harus mengatur ulang mengenal hal ini,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi, dikutip dari Kompas, akhir pekan.

Ia mengatakan, dengan adanya kebijakan tersebut, para maskapai bisa ditinggal pelanggannya. Sebab, dengan harga yang semakin melonjak para penumpang bisa berpindah ke moda transfortasi lain.

“Mestinya para maskapai melakukannya secara bertahap. Sebab, saat ini masyarakat telah terbiasa dengan tarif maskapai penerbangan murah,” ujarnya.

Menurutnya, kesalahan maskapai terlalu lama memberi diskon dan subsidi ke konsumen. “Kami minta menunda bagasi berbayar atau menerapkan tarif lebih murah dari sekarang,” pintanya.

Sebelumnya, lion dan wings air menghapus layanan bagasi gratis bagi penumpang rute domestiknya mulai 22 Januari 2019. Dengan begitu, konsumen hanya digratiskan membawa bagasi seberat 7 KG.

Belakangan, rencana kedua maskapai itu pun akan diikuti Maskapai Citilink. Namun Citilink belum menentukan kapan peraturan bagasi berbayar itu akan diterapkan ke penumpang. (*/kcm)

editor : indra helmy

Komentar

Berita Lainnya