oleh

Kontraktor Jembatan Layang Pekanbaru Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

FOKUSKRIMINAL.COM, PEKANBARU – Direktur PT Dewanto Cipta Pratama berisinial DE ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Pekanbaru, Kamis (10/1/2019).

PT Dewanto Cipta Pratama merupakan kontraktor yang memenangkan tender pembangunan jembatan layang atau fly over di pasar pagi arengka

Loading...

Kabar mengejutkan tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Yunnan Haris.

“Pagi tadi saya ada janjian dengan dia (DE) pukul 10.00 WIB. Rencana kami sama-sama mau meninjau ke lokasi (fly over Pasar Pagi arengka). Begitu saya sampai di lokasi beliau (DE) tidak ada, kemudian saya hubungi, tapi tidak diangkat,” kata Yunan.

Baca Juga :  Ketua DPP PEKAT-IB, Kukuhkan Afrizal Djunit, ST Sebagai Ketua DPW SUMBAR

Ia sempat menanyakan stafnya yang ada di lokasi, namun saat itu tidak ada yang mengetahui kenapa DE tidak berada di lokasi bersama rombongan dari Dinas PUPR untuk mengecek kondisi terkini pembangunan fly over simpang pasar pagi arengka.

“Akhirnya anak buahnya kembali ke hotel, di situlah ketahuan (DE) meninggal. Badanya sudah biru-biru,” imbuhnya.

Setelah mendapati korban meninggal dunia, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sekarang lagi diselidiki, apakah ada riwayat jantung, atau yang lainya, kita tidak tahu. Karena di kamar itu dia sendirian,” ujarnya.

Yunnan mengungkapkan DE baru saja tiba di Pekanbaru dari Jakarta, Rabu (8/1/2019) kemarin.

Baca Juga :  Penggelaran Riau Expo 2018 di Pekanbaru Sepi Pengunjung

Setelah tiba di Pekanbaru DE menginap di salah satu hotel di Pekanbaru, di Jalan Sudirman Pekanbaru.

“Kemarin dia ke sini, rencananya kan ada rapat juga di Pekanbaru,” sebutnya.

Menurut pengakuan Yunnan, DE merupakan sosok rekanan yang baik.

Namun pihaknya tidak menapik, musibah ini akan menganggu proses administrasi pencairan dana setelah pekerjaan proyek ini selesai.

“Administrasi untuk pencairan besok otomatis akan terganggu. Makanya mereka harus segera mengadakan RUPS untuk menunjuk siapa direktur barunya. Itu saja. Kalau untuk pekerjaan di lapangan tidak ada masalah, tetap jalan,” pungkasnya. (*)

Sumber : Pekanbaru tribunnews

Komentar

Berita Lainnya