oleh

Keluarga Tak Menyangka, Anaknya Jadi Korban Runtuhan Tembok SD 141 Pekanbaru

PEKANBARU, (Terasriau.com) Dipastikan dua korban jiwa menjadi korban runtuhnya tembok Sekolah Dasar 141, Jalan Tengku Bey, Simpang Abidin, Kecamatan Bukit Raya, Rabu (14/11/2018) pagi tadi.

Dua korbannya adalah William (10) yang merupakan murid disekolah tersebut. Kemudian, Yanitra Octavizoli siswi kelas 3 SMA 14 Pekanbaru.

Loading...

Paska di evakuasi, kedua korban sempat dilarikan ke RS Syafira, Jalan Sudirman. Untuk diberikan pertolongan pertama, sayang nyawa keduanya tidak tergolong.

Dipastikan keduanya telah tidak bernyawa, pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah duka.

Pantauan situasi dirumah duka Yanitra Octavizoli. Tampak tenda biru dan bendera putih sudah dipersiapkan di halaman rumahnya.

Warga sekitar dan teman-teman sekolah Yaya juga silih berganti berdatangan ke rumah duka, dengan raut muka sedih.

Baca Juga :  Nilai Ekspor Riau Berdasarkan Harga FOB Turun 9,24 Persen

Setelah dimandikan, jenazah Yanitra Octavizoli langsung dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kerja, Pekanbaru, Riau. Tiba di pemakaman, isak tangis pecah ketika jasad siswi kelas 3 SMA 14 Pekanbaru, dimasukkan ke dalam liang Lahat.

Yaya sapaan akrab gadis berusia 17 tahun ini, salah satu korban jiwa dari insiden runtuhnya tembok SDN 141 Pekanbaru itu dinyatakan meninggal dunia 30 menit setelah tertimpa reruntuhan tersebut.

Awalnya, korban sempat dibawa ke RS Syafira. Namun nyawanya tak dapat ditolong. Yaya kemudian dikembalikan ke rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB.

Jhon Kennedy orang tuanya mengatakan, setiap pagi korban yang berdomisili di Jalan Abidin Nomor 17 Kecamatan Bukitraya ini, selalu melewati sekolah yang jaraknya tak begitu jauh dari rumahnya itu sambil mengantar adiknya yang sekolah di SDN 48, satu komplek dengan SDN 141.

Baca Juga :  Gelar Aksi di Mapolda Riau, Massa Laporkan Dugaan Tipikor Sekdako dan Anggota DPRD Pekanbaru

”Anak saya itu, lewat jalan itu. Karena sekalian pergi sekolah, sekaligus mengantarkan adiknya yang bersekolah disitu,” ungkap Jhon usai memakamkan anak pertamanya tersebut.

Jhon terlihat sangat lesu dan kelelahan. Baju dan celananya, kotor oleh bekas tanah pemakaman anaknya.

Ia mengaku, tidak merasakan firasat apapun, atas kepergian Yaya untuk selama-lamanya.

”Tidak ada firasat apa-apa,” akunya.

Kabar duka itu, kata dia, didapatkan dari guru korban. Informasi itu, ia dapatkan saat baru saja mengantarkan anaknya yang lain ke sekolah.

”Saya dapat kabarnya dari gurunya, saya pun habis ngantar anak tadi. Pulang antar anak datang gurunya, pas saya kejar ke sekolah rupanya sudah (tertimpa reruntuhan),” kata dia.

Baca Juga :  Ustadz Mas’ud Tahidin Kupas Soal Motivasi Kerja di Al Munawwarah UIR

Tidak hanya putrinya yang menjadi korban. adiknya Yaya  siswa kelas V SDN Pekanbaru juga menjadi korban, namun masih cukup beruntung hanya mengalami luka pada paha kanannya.

”Adiknya tidak parah. Mau dibawa ke rumah sakit,” sebutnya.

Terpisah, Dr Muammar Aqib Mufti dari RS Aulia Hospital mengatakan, kondisi Rasyad sendiri diperkirakan mengalami trauma pada bagian luar paha kanannya. Mufti sapaan akrab dokter ini datang ke rumah Yaya setelah mendapat telepon untuk pergi kesana memeriksa kondisi Rasyad.

”Kami hanya dihubungi disuruh datang ke rumah duka. Tadi periksa adeknya saja. Asumsi saya hanya trauma otot.  Tapi kalau ada retak atau lainnya akan kita berikan tindakan lebih lanjut seperti operasi. Kalau hanya trauma akan diberi terapi saja,” sebutnya.

Sumber : Riauaktual.com

Komentar

Berita Lainnya